Selasa, 17 Desember 2013

MURAI BATU BORDAN




HEBATNYA SILANGAN BORNEO-MEDAN KOMBINASIKAN GAYA LAGU DAN VOLUME

Gaya dan type burung murai batu berbeda satu sama lain. Tergantung dari murai batu tersebut berasal.
Selama ini banyak murai batu dengan cirri khas masing masing.
Ada dua jenis murai batu yang selama ini dikenal dan popular dikalangan komunitas kicau mania tanah air, yaitu murai batu yang berasal dari medan dan Kalimantan atau Borneo.
Masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangan , tinggal kita menentukan selera jenis mana yang disuka dan digemari. Dan mengkombinasikan keduanya.

Guna memadukan kelebihan masing masing kedua jenis tersebut, alangkah baiknya mengcross kedua jenis murai batu tersebut guna menghasilkan anakan yang berkualitas baik.
Sifat sifat dari kedua jenis  tersebut dipadukan pada anakannya kelak.
Dalam Crosssing indukan berbeda suku ini indukan betina berasal dari borneo dan indukan jantannya berasal dari medan.

Beberapa kelebihan murai batu medan misalnya, selain postur badannya yang menarik, gagah dengan bentuk badan proporsional besar didukung ekor panjang dengan sifat dan naluri fighternya yang agresif serta gayanya yang aduhai , menjadikan burung tersebut banyak diburu.
Sementara  jenis murai batu Borneo cirri khas dada menggembung disaat bunyi, kelebihannya ngeroll duduk atau nancap tanpa banyak loncat menjadi kelebihannya.
Kekurangan borneo lebih banyak  membawakan lagu mati  cenderung satu arah saja.
 Tapi setelah di Cross dengan medan banyak kelebihan yang didapat.
Salah satu contohnya anakan hasil crossing ledua jenis tersebut diantaranya gaya mainnya saat ketemu lawan , gaya mainnya cenderung lebih duduk anteng di tangkringan, disaat bunyi hanya kepalanya yang naik turun  sambil bawa lagu. Gaya seperti ini diturunkan dari indukan asal borneo.
Sementara sifat yang diturunkan murai dari medan adalah karakter fighter , juga ngeplai’nya saat membawakan lagu maupun mengeluarkan tembakan. Serta variasi lagunya lebih lengkap. Volume juga lebih keras dan tembus. Dan kepala juga tidak hanya naik turun disaat bawa lagu tapi kepala menekan kebawah  bahkan sampai kebawah tangkringan, cirri khas murai medan.
Anakan hasil silangan badan yang menggembung saat bunyi yang diturunkan dari indukan borneo juga tidak terlalu mencolok. “Kalau sudah di silang dengan jantan medan menggembungnya tidak di dada tapi menggembungnya turun hanya dibawah dada diatas perut , itupun hanya sedikit, pokoknya kualitasnya jauh lebih baik dari indukan asal borneo dan indukan jantan asal medan”.


Silangan Borneo-Medan mempunyai ciri fisik bentuk muka atau kepala cenderung ke indukan jantan atau medan, paruh atas kepala tidak terlalu panjang  seperti murai borneo. Sedang ekor cukup sedang mirip mirip dengan ekor murai batu lampung atau jambi.

BORNEO KEPALA PUTIH
Menurut penuturan seorang breeder senior murai batu yang tinggal di bilangan daerah Jakarta barat, murai batu yang diambil untuk  indukan tidak asal murai batu borneo semata. Tapi dipilih yang berkepala putih atau istilahnya kepala haji.
Konon jenis yang seperti ini berkualitas baik dan cerdas mudah menirukan isian burung lain.
Bukan hanya dari kualitas suara saat membawakan lagu, burung murai batu borneo berkepala putih juga terbilang eksotik karena mempunyai perbedaaan yang mencolok dengan murai batu yang sejenisnya.

Saya rasa sampai disini saja ulasan saya tentang murai batu BORDAN,
Mudah mudahan  tulisan di blog saya ini bias bermanfaat dan menambah wawasan untuk rekan rekan kicau mania..

 



Pesan penulis :
“ Tetap hati hati dalam memilih dan membeli murai batu berlabel BORDAN tanpa ring peternak, karena akhir akhir ini penulis sering menemukan iklan pedagang nakal yang menjual murai batu BORNEO PALANGKARAYA  yang di akui sebagai  murai batu BORDAN’

Senin, 10 Juni 2013

Kunci Utama Perawatan Burung


Persoalan yang paling banyak dimunculkan dalam berbagai forum burung adalah bagaimana membuat burung yang tidak bunyi menjadi bunyi; bunyi jelek menjadi bagus; bunyi bagus tetap konsisten bagus. Hal ini sangat wajar karena tujuan utama yang dikejar para kicaumania dalam memelihara burung adalah bagaimana burung mereka bisa bunyi bagus.
Ya, namanya saja “kicau (burung) mania” dan bukan “gaya (burung) mania” dan bukan pula “tarian (burung) mania”. Meskipun masalah penampilan juga sangat penting, khususnya untuk burung2 lomba, tetapi dalam hal ini saya lebih banyak berbicara dalam hal kicauan dulu. Lagi pula, kebanyakan gaya burung dalam bertarung relatif tetap dan relatif tidak bisa di-treatment untuk diubah.
Kicauan burung sangat berkaitan dengan kesehatan sebagai variabel independen (yang mempengaruhi). Kesehatan ini ada dua; fisik dan mental, yang keduanya tidak bisa dipisahkan sama sekali. Sesehat apapun kondisi fisik burung, kalau terganggu kondisi mentalnya, maka kesehatan fisik langsung terganggu dan tidak akan pernah mau bunyi, apalagi bunyi bagus. Begitu juga kalau mentalnya bagus, maka ketika kondisi fisiknya terganggu, misalnya nglabrak2 dan pangkal paruhnya berdarah, maka akan menyebabkan burung tidak bisa tampil maksimal.
Pakan
1. Kesehatan fisik akan tercapai bila burung tercukupi dalam hal pakan (4 sehat, 5 sempurna), air dan sinar matahari.
2. Kesehatan mental akan tercapai bila burung berada dalam kondisi “senang” dan tidak tertekan.
Berkaitan dengan terpenuhinya 4 sehat 5 sempurna, maka pentinglah bagi burung untuk selalu disuplai makanan tambahan.
- Untuk burung dengan pakan utama serangga (MB, jenis2 kacer, dll) perlu diberi tambahan vitamin secara rutin dan terukur. Untuk jenis burung ini yang terbiasa diberi voor, bisa dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian vitamin. Kalau dalam kemasan voor sudah tertulis bahwa voor tsb kaya akan kandungan vitamin, mungkin tidak perlu ada tambahan suplemen. Untuk burung2 yang tidak diberi voor (karena dikhawatirkan akan menurunkan kualitas suara) mutlak harus ditambah suplemen (khususnya vitamin).
- Untuk burung dengan pakan utama berupa buah (jenis cucak misalnya), perlu diberi serangga secara teratur dan terukur.
- Untuk burung pemakan biji, perlu sering diberi serangga dan buah/sayuran. Kenari dan branjangan misalnya, perlu ada kroto dalam menu makanannya.
Berkaitan dengan terpenuhinya sinar matahari (untuk pengubahan pro vitamin D menjadi vit D; mematikan jamur dan juga kutu), maka itulah perlunya penjemuran. Untuk sekadar alasan kesehatan (bukan treatment agar “ganas” dsb), penjemuran rutin cukup 30 – 60 menit di pagi hari.

Konsistensi
Lebih penting dari semua hal di atas adalah masalah konsistensi dalam pemberian, baik dalam hal jadwal maupun takaran.
Pemberian pakan dengan jadwal yang tidak teratur, kadang diganti pagi, kadang sore; atau jumlah yang tidak teratur, kadang sesendok kadang tiga sendok, atau jenis pakan (misalnya voer) yang berganti-ganti, kadang merk A kadang merk B, membuat burung tidak stabil.
Berkaitan dengan masalah konsistensi inilah maka perlu kiranya bagi para kicaumania untuk menetapkan jenis, jadwal dan jumlah pakan bagi burung mereka yang dilaksanakan secara konsisten.
Misalnya Anda sudah menetapkan pola makan: pagi jangkrik 4 ekor, siang kroto sesendok, sore jangkrik 5 ekor plus cacing 2 ekor, maka konsisten saja itu dilakukan.
Demikian pula halnya dalam hal memandikan dan menjemur. Harus konsisten. Kalau burung Anda biasa dimandikan pagi, ya pagi terus. Kalau sore, ya sore terus. Kalau pagi-sore, ya pagi-sore terus. Kalau seminggu hanya sekali pada hari Minggu, ya seminggu sekali saja pada haru Minggu. Bukan menjadi seminggu dua kali hanya karena kebetulan pada pekan itu ada libur selain hari Minggu.
Kalau memang perlu ada perubahan maka hendaknya perubahan tidak dilakukan secara drastis dan konsisten menerapkan pola baru tersebut. Adakan perubahan secara bertahap. Untuk ganti merk pakan misalnya, maka campurkan saja pakan yang biasanya dengan pakan yang baru. Hari berikutnya, merk tertentu yang hendak dihilangkan, dikurangi porsinya sedikit demi sedikit, sampai pada akhirnya hanya voer pengganti yang kita sodorkan.
Tips dan trik menjaga kesehatan fisik:
1. Jangan pernah iseng memberi pakan burung tidak pada jadwal waktunya (misalnya ada jangkrik lepas, ya masukkan kandang jangkrik, jangan iseng diberikan ke burung yang ada di dekat Anda).
2. Jangan iseng memandikan burung tidak pada waktunya (misalnya biasanya sepekan dua kali, menjadi setiap hari selama sepekan karena kebetulan pekan itu Anda libur atau cuti).
3. Jangan iseng menjemur burung lebih lama dari biasanya untuk sesekali waktu, misalnya hanya karena Anda kebetulan sempat menunggui berlama-lama.
4. Jangan iseng meniru-niru pola pakan dari kawan, jika Anda tidak yakin bisa konsisten untuk melaksanakannya.
5. Jangan sampai kehabisan voor merk tertentu yang biasa Anda berikan ke burung Anda. Jangan terlalu yakin bahwa merk tertentu itu selalu tersedia di kios pakan burung langganan Anda (kecuali Anda mau repot muter2 ke kios lain).
6. Tips (paling gampang dilaksanakan): Konsisten merawat burung secara tidak konsisten…(dengan risiko ditanggung sendiri…., hehehehe).

Tips dan trik menjaga kesehatan mental burung:
1. Biasakan diubah2 tempat gantungannya di tempat2 yang relatif ramai orang, gaduh, berisik.
2. Jangan diubah2 posisi tempat pakannya.
3. Jangan diubah2 bentuk dan ukuran tempat tenggeran/tangkringannya.
4. Biasakan burung dengan kerodong, topi, payung dan lain-lain, dengan warna yang beragam.
5. Biasakan dipertemukan dengan burung lain (baik sejenis maupun lain jenis). Catatan: Jangan lama2, kalau Anda belum yakin dengan kondisi mental si burung.
6. Biasakan dibawa bepergian (entah pakai mobil ataupun motor) entah untuk tujuan lomba, latber, atau sekadar muter2 kota. Misalnya Anda main ke rumah kawan dan tidak merasa repot, bawa saja burung Anda meskipun di sana hanya digantung sendirian, sementara Anda ngobrol.
7. Milikilah burung sejenis sebagai sparring partner atau “unthul” (bahasa Jawa, bahasa Indoensia-nya apa saya tidak bisa memilih kata yang pas) dengan kualitas mental yang jeblok, untuk selalu “dilabrak” oleh burung andalan kita. Ini seperti kalau kita punya ayam bangkok petarung, maka kita perlu ayam jago lainnya (biasanya ayam lokal) yang kualitas tarungnya jelek dengan tugas “menerima pukulan” bangkok jagoan kita. Ini bertujuan meningkatkan mental burung dengan cara memberi perasaan bahwa dia adalah burung “menangan” (padahal musuhnya-lah yang jelek, hehehe bo’ongi saja biar dia pede).

Rabu, 03 April 2013

KOMBAT (Komunitas Murai Batu Ekor Hitam/Black Tail)





Adalah sebuah komunitas yang berawal dan terbentuk di dunia Maya, Facebook. KOMBAT berdiri berlandaskan kecintaan dari para anggotanya terhadap Murai Batu ekor hitam yang selama ini masih "dianak tirikan" dan dianggap sebelah mata oleh para Kicau Mania,  Hal inilah yang menjadi prinsip dasar dan menjadi landasan dari cita-cita dan visi misi dari KOMBAT yaitu mengangkat derajat Murai batu Ekor Hitam agar setara dengan Murai Batu Ekor Putih Asal pulau sumatra.



Murai Batu Ekor Hitam selama ini dianggap sebelah mata oleh kebanyakan penghobi burung khususnya pencinta burung Murai batu, hal ini dikarenakan karakter dari Murai batu ekor hitam yang cenderung sangat agresif, sehingga bagi kebanyakan penghobi sangat kesulitan untuk melakukan setting perawatannya. Juga dikarenakan populasi burung ini di penghobi di Jawa juga terbatas atau belum banyak, hal inilah yang menyebabkan para penghobi kesulitan untuk mendapatkan Burung yang berbakat untuk dilombakan.

Akan tetapi disisi lain Murai batu ekor hitam mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan jenis Murai batu lain yaitu :
  1. Murai Batu Ekor hitam mempunyai spirit fighter/mental tempur yang sangat luar biasa, hal inilah yang membuat Murai batu ekor hitam mempunyai sifat agresif yang tinggi.
  2. Murai Batu Ekor Hitam merupakan salah satu burung yang sangat mudah untuk beradaptasi, kemampuan adaptasi inilah yang membuat Murai Batu Ekor Hitam Muda Hutan atau tangkapan alam mudah dipelihara.
  3. Murai Batu Ekor Hitam mempunyai karakter suara yang Keras, kasar dan melengking, hal inilah yang membuat suara Murai batu Ekor Hitam di arena Lomba bisa menembus suara Murai batu lainnya.
  4. Murai Batu Ekor Hitam adalah burung yang sangat cerdas, dalam hal ini adalah mudah sekali untuk menirukan suara masteran burung lain. 
  5. Murai Batu Ekor Hitam Harganya Relatif terjangkau.

Dikarenakan banyak keunggulan itulah maka KOMBAT berharap para Penghobi Burung, baik itu penghobi rumahan, penghobi Lomba, Juri Lomba dll tidak menganak tirikan dan memandang sebelah mata lagi. Murai Batu Ekor Hitam apabila sudah ketemu settingannya yang tepat maka tidak akan ada yang bisa membendungnya diarena lomba. dikarenakan Ekornya yang tidak terlalu panjang Murai Batu Ekor Hitam jadi tidak mudah untuk kelelahan apabila dimainkan beberapa sesion lomba, hal inilah juga salah satu sisi keunggulan yang lain.

EVENT KOMBAT BLACK TAIL I POST BITUNG


Tedi Erwan, NebuchadNezar Alyoso,Yudi Yudhistira,Dhanie Wae lah,Dukun LB,Agung Wayan,Ismu Ista, Iswahyu W
Para Pentolan, Sesepuh dan Founding Father KOMBAT Dievent Lomba Jatiasih.

Eksistensi KOMBAT tidak hanya ada didunia maya, tapi juga ada didunia nyata, berawal dari obrolan di Event lomba di jati asih dengan Koordinator Event Lomba yang merupakan Pencinta Murai Batu Ekor Hitam yaitu om Rizal Kicau mania tangerang CBC Pos Bitung, maka tercetus ide untuk diadakan lomba khusus Murai Batu Ekor Hitam. Sungguh suatu perjuangan yang sangat berat pada awalnya, untuk mengumpulkan pencinta Murai Batu Ekor Hitam yang mau dan siap untuk memeriahkan Lomba pun bukan hal yang mudah, itulah juga yang jadi salah satu alasan kenapa Om Achonk Mdr yang merupakan Pemain Lomba kawakan di tangerang Rela untuk merogoh kocek untuk memberikan bonus hadiah, juga pihak panitia Lomba juga tidak mengharapkan profit/keuntungan, dimana semua biaya pendaftaran dikembalikan kepada para pemenang dalam bentuk hadiah uang.
Opick,NebuchadNezar Alyoso,Ismu Ista,Adi Mayewa,Uji Steven D,Agung Wayan,Arek thea, Dhanie,Dukun LB


 Di Event Lomba Kelas Khusus Murai Batu Ekor Hitam, PosBitung tangerang

Sungguh suatu kebanggaan, ternyata Event Lomba kelas khusus tersebut mendapat sambutan yang luar biasa dari para penghobi burung, dilomba inilah diharapkan para penghobi burung dan para juri bisa melihat kemampuan Murai batu ekor hitam yang ternyata tidak kalah dengan Murai batu ekor putih. Dilomba inilah yang menjadi tonggak sejarah kebangkitan dari Murai Batu Ekor Hitam, ditempat inilah awal dari proses Reformasi penjurian yang adil, fair dan tidak memihak dan menjadi referensi bagi pencinta MURAI BATU EKOR HITAM. Ditempat inilah sejarah akan mencatat, ditempat inilah Murai batu Ekor Hitam mulai sederajat dengan Murai Batu Lainnya.


Tiket diundi/dikocok


20 Gantangan di pantau oleh 7 juri


Antusiasme Penonton Pada saat Kelas Khusus Murai Batu Ekor hitam dilaksanakan



Pemilik burung duduk dipinggir arena sambil mengamati jagoannya tanpa berteriak


PosBitung, Tangerang Banten 30 Sept'12

SALAM KOMBAT Nekat

Sumber : http://komunitasblacktail.blogspot.com/

Selasa, 27 November 2012

PANDUAN MEMILIH MURAI BATU BERBAKAT



Masalah bakat adalah masalah yg sama tuanya dengan manusia. Semenjak dahulu orang sudah berusaha membahas masalah bakat. Urgensinya masih tetap actual sampai saat ini, meski dari kaca mata ilmu pengetahuan, hasilnya masih jauh dari memuaskan. Menurut Crow & Crow (1989) bakat bisa dianggap sebagai kualitas yg dimiliki individu dalam tingkat yg beragam. Bakat juga dapat dianggap sebagai keunggulan khusus dalam bidang perilaku tertentu. Saat ini telah banyak berkembang tes-tes tertentu (sering disebut ‘tes bakat') yg dilakukan utk mengukur/menelusuri bakat seseorang.

Timbul pertanyaan, “bagaimana dengan Murai Batu

Atas dasar pemikiran bahwa ‘MB istimewa’ dan ‘MB jawara’ adalah MB-MB yg dibekali oleh bakat2 khusus yg telah berhasil digali dan dikembangkan oleh sang perawat, maka penting sekali bagi MB mania untuk mengamati, menerawang, menelusuri & meraba2 kira2 bagaimana bakat yg dimiliki oleh seekor MB sebelum membeli dan menjadikannya momongan, baik itu utk orientasi lomba maupun hanya sebagai klangenan di rumah. Hal ini menjadi penting utk menghindari atau setidaknya mengurangi kekecewaan yg timbul akibat salah dalam menentukan pilihan momongan karena tidak sesuai dgn harapan.

DEFINISI BAKAT MURAI BATU

Menurut Om didiks-rrbf
Definisi BAKAT (POTENSI) = Sesuatu kelebihan yg dimiliki seekor murai dan ada pada dirinya sejak dilahirkan ... diatas rata2 … murai umumnya.
Bakat/potensi bermacam-macam :
  1. Bakat kecerdasan, kecerdasan ini sangat luas sekali tentunya. Kecerdasan menirukan suara lingkungan, kecerdasan adaptasi, dan kecerdasan2 yg lain tentunya.
  2. Bakat Fighting termasuk tentunya dgn gaya tarung masing2
  3. Bakat Suara/type suara ada suara ngebas, ada melengking dll yg tentunya bakat ini juga punya korelasi dgn Panjang-pendek pernafasan (nah panjang-pendek pernapasan ini saya yg agak bingung... ini bawaan atau murni bisa dilatih ....??) di dalamnya terikut juga dgn volumenya.

Namun bakat apapun jika tidak di optimalkan, tidak akan berkembangkan dgn baik.

Menurut Om suwarno71
Bakat adalah sebuah talenta dari Tuhan yang diberikan kepada makhluknya untuk mengembangkan diri. Bakat itu sendiri berupa pola pikir, kepandaian atau kemampuan yang dimiliki sejak lahir. Walaupun setiap makhluk memiliki talenta, jika tidak berusaha untuk membukanya maka talenta yang diberikan Tuhan akan menjadi sia-sia.
Saya percaya setiap burung mempunyai BAKAT, permasalahannya adalah bagaimana kita mengenali & mencirikan bahwa burung tersebut mempunyai BAKAT YANG SUPER? Kalo kita belum mengenalnya terlebih dahulu.
Berkaitan dengan bakat pada burung, tentu saja burung tersebut harus mengeluarkan talenta-nya terlebih dahulu, baru kita dapat mengambil kesimpulan bahwa burung tersebut mempunyai bakat. Lewat talenta tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa burung A, mempunyai bakat SUARA NEMBAK-NEMBAK, burung B mempunyai bakat NGEROL, burung C mempunyai bakat VOLUME yang KERAS (TEMBUS) dsb. Atas dasar hal tersebut, baru kemudian kita dapat memaksimalkan bakat tersebut.

Menurut Om FREDY TJA
Aspek bakat pada burung meliputi mental dan gaya tarung burung bersangkutan.

Pertanyaan selanjutnya, “Bagaimana Cara Memilih MB Berbakat”.

Secara garis besar pemilihan MB berbakat biasa dilakukan oleh MB mania dgn dua cara. Cara pertama adalah dgn memperhatikan Tingkah Laku dan Gaya MB bersangkutan. Cara kedua adalah dengan memperhatikan/mengamati bentuk Katuranggan yg dipercaya mewakili bakat dari MB.

CARA MEMILIH MB BERBAKAT DARI TINGKAH LAKU DAN GAYA

MB berbakat bisa dipilih sejak trotol dan muda hutan sampai umur kira-kira 3 tahun. Setelah umur 3 tahun dan mb itu 'kelihatan biasa2 saja, maka bisa dianggap mb itu kurang berbakat (tapi tentu saja penilaian ini bisa salah, karena bisa jadi mb itu selama 3 tahun dipelihara dengan kurang tepat atau kurang perhatian).
Untuk mb2 muda, memilih MB berbakat tentulah mental yang didahulukan. Kalau yg sudah setengah jadi/jadi, barulah isian, gaya & konsistensi kinerja.
Cara memilih mb berbakat harus melihat langsung, dgn video saja kadang tidak cukup ( kecuali mb nya benar2 bagus mental dan isiannya ).
Cara memilih mb berbakat, sangat sulit dilakukuan dgn hanya melihat fotonya saja ( kecuali mb benar2 bagus, dan kelihatan per pic nya sedang ngotot menghadapi lawan2nya ).
Untuk mb mb yang benar benar bagus bakatnya, tentu tidak perlu 'dipilih' lagi karena sangat jelas bakatnya.
Memilih MB Berbakat untuk Trotol / Muda Hutan
  1. Tingkah laku ketika dia sedang bersatu dgn yg lain ( istilah Jawanya : ombyokan ), mb berbakat haruslah kelihatan sigap, waspada tapi tidak ‘grapyak-grupyuk’ alias pecicilan. Mb berbakat, meski kelihatan takut orang tapi cara bergeraknya tidak merusak fisiknya ( nyungsepkan muka ke jeruji, ekor dan sayap amburadul kena jeruji ), mb yg seperti itu bisa dianggap kurang berbakat. Namun, ada mb berbakat yg bergaya seperti itu dengan catatan mb itu baru ditangkap. Di sini jangan disalah artikan pula bahwa mb yg takut orang adalah mb kurang berbakat, sebab ada mb mb bagus bahkan mb juara yg masih takut orang ketika belum digantang. Namun setelah digantang mb itu tidak lagi memperdulikan orang, tapi memperdulikan musuh2nya.
  2. Tingkah laku ketika dia sendirian di sangkar. Mb berbakat biasanya tetap berada di tangkringan ketika dilihat orang. Sikapnya waspada, sesekali ekor naik turun (meski belum mengeluarkan suara). Lebih bagus lagi kalau dengan sikap seperti itu dia mau mengeluarkan suara. Prinsipnya bahwa mb berbakat itu meski masih belum jinak, dia akan berada di tangkringan atau ke jeruji sangkar, bukan ndelosor di dasar sangkar. Mb Mb berbakat sangat jarang untuk ndelosor di dasar sangkar dengan posisi seperti mau sembunyi alias ngumpet.
  3. Tingkah laku saat kita "nyolokin" jari ke ruji sangkarnya, mana yg berani (paling tidak ga ngelabrak, dalam kondisi burung sehat tentunya) biasanya mentalnya bagus. Sukur2 kalo ada yg malah melawan dengan ngeretek sambil maenin ekor itu lebih bagus lagi. Mengeluarkan suara ketrekan dan sikapnya siaga walaupun masih dalam ombyokan dan selalu kembali ke tangkringan atau dinding sangkar dan jarang diem di bawah.
  4. Kretekannya keras dan beruntun. Mb yg kretekannya keras dan beruntun, bisa dipastikan suaranya keras. Namun mb yg kretekannya sedang atau kecil, belum tentu bersuara sedang atau kecil, bisa saja mb itu bersuara keras. Biasanya mb yg kretekannya keras mentalnya bagus. Namun hal ini juga tidak bisa dipastikan, karena mental itu parameternya relative dan banyak juga mb mb bersuara sedang atau bahkan kecil namun bermental sangat bagus. Malahan mb seperti ini bisa 'ngedur' kerjanya. Tampang garang, tatapan mata tajam (ini cuma bisa dirasain oleh kita yg menatap lsg).
  5. Apa MB tersebut berani bertatap muka dr segala arah
Lihat dari cara MB memandang kalau kita dekati dan kita tatap matanya dia bersikap siaga dan MB tsb berani menatap kita lebih lama walaupun terbang sesekali.
  1. Tidurnya selalu ditangkringan yg paling tinggi (kalo ombyokkan)
  2. Saat sudah sendiri dia ngeriwik dgn isian2 atau suara2 master bkn suara MB, tentu dgn lagu yg panjang2, dengarkan kejelasan artikulasi dia menirukannya (sejelas apa), volume mungkin belum keras tapi paling tdk terdengar kasar2nya Merespon terhadap gangguan, syukur2 dengan bentakan suara MB
  3. Dekatkan dengan MB senior tetep spt itu.
  4. Kalo bisa liat dia mandi, cari yg mandinya heboh dan lama.
  5. Lihat bentuk perut sampai leher, sedikit berbentuk koma pada saat siaga.
  6. Apabila MB MH di dalam kelompok yang disatukan/ombyokan pilih yang dominan, misal apabila ada mb lain yang mendekat dia langsung mengusirnya (biasanya di patuk). Pilih yang makannya rakus. Bagaimana cara berdirinya. Apakah burung tersebut berdiri dengan posisi 45 derajat dengan ekor melengkung kebawah, 45 derajat dengan ekor proporsional, 90 derajat dengan ekor proporsional atau membungkuk seperti orang ketakutan.
  7. Apakah posisi berdirinya menyerupai huruf "X" horisontal, atau sering berdiri dengan satu kaki saja.
  8. Bagaimana cengkeraman kakinya (bukan warna kakinya). Apakah mencengkram tangkring dengan kuat atau sekedar menempel saja ditangkringan.
  9. Tanya ke pemikat MB tsb, pemikat akan tahu Volume maupun mental bahwa indukan dari anak yg ditangkap bagus, biasanya pengepul akan menyendirikan si MB ini. Kendalanya kita mendapatkan MB dari tangan ke X (bisa tangan ke tiga atau ke sekian, sehingga susah cara ini. Hal ini seperti dilakukan pengepul AM di Bali, pengepul AM di Bali memilah milah AM berdasarkan indukannya anakan .... pengepul tahu indukannya mempunyai Volume dan gaya telernya. Biasanya harga nya agak mahal.

Memilih MB Berbakat untuk MB Setengah Jadi / Jadi
  1. Memantau di Latber, kalau rajin ke latber baik memantau sendiri atau lewat orang yg dipercaya maka akan dapat menemui MB berbakat. Kalau jeli, tdk harus juara, kadang stelannya kurang bagus si MB gak juara, namun kita percaya bahwa MB tsb prospek.
  2. Amati tingkah lakunya dan volume, kalau terlihat mapan dan berani dan volumenya tembus maka MB ini adalah MB yg berbakat. Cara ini akan lebih mudah kalau kita datang ke latber atau lomba kecil, disitu kita bisa dengar mana MB yg volumenya keras dan tingkah lakunya mapan dan berani, walaupun MB itu tidak juara.
  3. Dengar suaranya, mana nih yg kenceng dan lihat, mana nih yg mentalnya langsung DOR! begitu buka krodong, lihat lawan langsung DER!!!

Apa yg menjadi tolok ukur volume si MB ?
  • Dengan feeling. Kalau kita tanggap dengan mendengarkan suara hariannya saat bunyi akan terlihat si MB mempunyai suara keras atau tidak.
  • Dengan menempel dengan MB lain. Bisa juga kita kumpulkan MB temen, terus adu beberapa MB tsb, ini akan terlihat volume diantara MB tsb.
  • Dibawa ke Latber. Jelas, walau tdk menjadi juara, terlepas juara atau tidak, maka saat ngalawan atau bunyi diantara MB yg dilatber akan terdengar kekerasan Volume MB tsb. Kalau si MB volumenya menonjol, maka akan tembus diantara MB yg lain. Apalagi kalau penonton berteriak, maka si MB akan lbh dominan suara diantara yg lain.


Memilih MB Berbakat untuk Trotol Breeding
  1. Untuk trotol penangkaran relatif lebih sulit, krn trotol penangkaran relatif sudah terbiasa dengan lingkungan manusia, gayanya lebih tenang dan lebih mapan drpd trotol hutan. Namun tentu saja meski lebih tenang dan lebih mapan drpd trotol hutan itu bukan berarti trotol penangkaran lebih berbakat drpd trotol hutan yg kurang tenang. Untuk Mb ring, tips nya gampang saja: Pilih mb trotol ring yang indukan jantannya pernah juara (minim latber) dan betinanya juga tangguh. Pemilihan mb ring seperti ini mempunyai peluang besar menemukan mb berbakat. Meski begitu, bukan berarti indukan non juara, keturunannya tidak ada yg berbakat. Setidaknya, dengan indukan jantan juara dan indukan betina bagus, peluang Anda cukup besar menemukan mb berbakat. Simple saja, alias, as simple as that.
  2. Cari ke Breeder MB, nah tanya trah indukan nya, setidaknya kita mempunyai peluang dari indukan yg bagus anakannya akan bagus juga. Ini sdh dibuktikan dr beberapa Breeder MB terkenal, dimana anakannya sdh mulai menduduki jawara (berdasarkan pantauan saya).
  3. Meski tergantung kualitas indukannya, tetapi tetep aja harus dilihat kriteria "Memilih MB Berbakat" pada MB tersebut walaupun indukannya JAWARA, karena ga jamin 100% pasti berbakat.


CARA MEMILIH MB BERBAKAT BERDASAR KATURANGGAN

Definisi Katuranggan

Katuranggan berasal terdiri dari 2 kata yaitu katur dan angga. Katur berarti menyampaikan, dan angga berarti badan. Jadi katuranggan adalah pengetahuan yang menyampaikan pengertian tentang bentuk - bentuk badan. Dalam bahasa Belanda, istilah katuranggan dikenal dengan sebutan exterieur (bentuk lahiriah, bagian badan yang nampak di luar) (Sumber: Trubus Edisi Februari 1988). Menurut Purbasasmita untuk menentukan mutu suatu burung mesti di lihat dari katuranggannya. Pendasaran ini tentu saja tidak asal jeplak, karena Purbasasmita sendiri sudah melakukan research terhadap kondisi/ciri-ciri fisik burung juara pada saat itu (kebetulan research-nya burung perkutut) dan pengalamannya sudah malang melintang tentang hal ini. Katuranggan yang dimaksud Eyang Purbasasmita bukan insting, tetapi pencapaian hasil research dan pengalaman empirik di lapangan. Katuranggan, Berbakat & Berprestasi merupakan 3 hal yang berbeda-beda dan dihasilkan oleh RUMUS yang berbeda pula. Deviasi untuk katuranggan mungkin cuma 10% saja, artinya : ‘orang yang memilih menggunakan metode KATURANGGAN, kemungkinan melesetnya cuma 10 %’.

Karakter burung itu misteri, kenapa??? jelas, burung tdk bisa kita ajak bicara spt manusia. Nah karena kemisteriannya itulah muncul pakem-pakem tertentu untuk mencari dasar bakat dr burung itu sendiri atau bahasa umumnya katuranggan. Mengenai ciri-ciri tertentu untuk mengenali burung berbakat melalui katurangaan saya 100% percaya banget.

Katuranggan = Ciri-ciri Fisik Seekor murai yg ditengarai berhubungan dgn bakat2 yg dimiliki. Menurut saya ini hanyalah cara penilaian kita saja berdasarkan imajinasi dan pengalaman selama ini untuk mengetahui bakat2 yg dimiliki seekor murai. Bakat yg bisa di prediksi berdasarkan KATURANGGAN dan masih bisa dinalar dengan akal adalah : VOLUME dan POWER. Bakat laen seperti mental, gaya tarung, kecerdasan itu masih misteri bagi saya.

Cara Memilih MB Berbakat Berdasar pada Katuranggan
  1. Postur kaki yg jangkung dan jari2 panjang dan cengkraman yg kuat.
  2. Warna kaki ngga masalah tapi type kaki yg kering (spt dah berumur).
  3. Kaki kokoh, warna tidak masalah kalau dapet yang hitam lebih baik.
  4. Mata yg besar bulat dan sorot mata yg tajam dan jernih.
  5. Kepala besar bentuk papak.
  6. Bentuk kepala seperti kepala ular (bentuk atas kepala mengikuti buletan mata)
  7. Paruh panjang dan lurus atau mblimbing.
  8. Leher panjang dan besar.
  9. Badan cenderung lebih pendek dr lehernya (kalo bisa) .
  10. Lengan sayap yg terlihat kokoh.
  11. Dari depan dada yg cenderung kecil membesar dipinggang/pangkal ekor (pengalaman dada besar suka batman). Ekor sedang, lurus dan kokoh, kalo panjang yg lemes tp kokoh dipangkal serta agak lengkung kebawah.
  12. Warna dada untuk MB ekor pendek saya suka yg terang (biasanya pinter) .
  13. MB yang tongkrongannya gagah, tulang kakinya keker cenderung memiliki daya tempur yang bagus, jika dibandingkin dg MB yang tongkrongannya biasa-biasa saja … tulang kakinya kurang keker.
  14. Paruh tebal & ceper dinilai punya bakat suara yg keras & pedas.


PENUTUP

Pengetahuan tentang Bakat sangat penting sekali dalam dunia burung khususnya MB. Kita mengetahui si MB berbakat bila MB bahan/trotol adalah seperti telah dijelaskan oleh rekan2 di atas, seperti: Ketrekan, Volume, Daya tempur walau masih bahan/trotol, rajin ngriwik/bunyi dsb. Pengetahuan mengenai katuranggan juga sangat penting bagi penggemar burung khususnya MB, karena dapat dijadikan pegangan penting untuk memilih dan meramalkan prestasi suara burung khususnya MB tsb.

Kembali lagi bahwa dari sudut pandang manapun kita berpendapat, semua ada benarnya dan juga ada salahnya karena KEMISTERIANNYA itu. (karakter burung itu adalah misteri)

Terlepas dari semua uraian di atas, yg harus digaris bawahi adalah bahwa :

‘MB berbakat ini belum tentu bisa jadi juara, karena menjadi juara faktornya banyak sekali, misal perawatan, settingan dan faktor2 non teknis’

‘MENANG adalah perwujudan dari pengembangan berbagai macam bakat yg ada pada burung yg telah dikembangkan secara OPTIMAL, sehingga mendapatkan apresiasi dari kalangan umum/Yuri lomba sehingga jadi The Best’.

Harap dibedakan pengertian Berbakat dengan Berprestasi. Karena dua kata tersebut merupakan 2 hal yang berbeda. Berbakat belum tentu Berprestasi, sedangkan Berprestasi merupakan apresiasi dari capaian atau out put setelah melalui proses pemaksimalan bakat tadi.

Tulisan ini bukan sebuah kesimpulan, tetapi hanya merupakan rangkuman dari posting2 rekan KMers pada thread “Cara Memilih MB Berbakat” yg diangkat om adlysalo dan pada thread “katurangan vs bakat, siapa yang bakal mendominasi ?!” yg digulirkan oleh om atm. Untuk tujuan orisinalitas saya tdk menambahkan dg sumber dari luar. Selanjutnya saya mohon maaf karena untuk tujuan kenyamanan membaca (maksudnya supaya nyambung), beberapa bagian postingan rekan2 saya edit dan digeser kesana-kemari utk membuat alur cerita. Silakan rekan KMers utk menambahkan atau memberi keterangan tambahan jika dianggap diperlukan. Karena saya hanya pecinta MB dan bukan Pakarnya maka sejauh ini, itulah yg dpt saya tangkap dari kedua thread tersebut.

Sebagai penutup, sebuah posting yg sangat indah dari rekan KMers

Bagi Buyer:
Mencari MB Berbakat dapat dicarikan dengan beberapa cara & metode berdasarkan pengalamannya masing-masing.

Bagi Breeder:
MB Berbakat tidak dicari, tetapi justru diciptakan. Melalui pengalaman empiriknya seorang breeder dapat menciptakan Model atau Super Model MB Seperti Apa Kelak. Saya percaya dengan pengalaman Trial dan Error, MB berbakat dan berkaturanggan bagus dapat diciptakan oleh seorang breeder.

Maka dari itu Ayo mulai belajar breeder